Selasa, 20 Maret 2012

PERJUANAGN DAN DO'A


Saat  SMA, Shinta rela melakukan apa saja untuk medapatkan uang selama itu masih halal. Shinta tidak pernah menyerah  dengan kondidi Ekonominya serba kekurangan namun dia terus berjuang dan semangat dalam menjalani hidupnya dengan susah payah untuk mencari makan bersama keluarganya. Keluarga shinta sudah tua dan orang tuanya juga tidak bisa berbuat banyak untuk shinta. Justru itu sinta ingin membuktikan kalau dia juga bisa mencai nafkah buat makan dan juga keluarganya.
Selain buat makan dia juga harus pintar-pintar menyisihkan uang buat biaya sekolahnya, sering kali guru dan teman-temannya memarahi dia karena suka telat bayar buku seperti LKS atau buat tugas kelompok yang lainnya, tapi meskipun begitu shinta tidak pernah menyerah untuk terus bersemangat melanjutkan sekolahnya sampai lulus ujian nanti. Guru dan temannya tidak tau keadaan shinta yang sebenarnya,karena  dia tidak pernah cerita kepada siapapun bagaimana sebenarnya kehidupan bersama keluarga.
Suatu hari ada seorang teman ngelapor ke wali kelas,”Pak, itu si Shinta kenapa sih, koq bayar buku telat terus itupun kita capek minta beberapa kali, berapa minggu baru dapat duit sama dia”, dengan wajah yang sebel,” ya sudah kalu begitu suruh dia ke ruangan saya sekarang”, ibu guru menyambut muridnya dengan wajah yang sebel juga. Setelah itu shinta di panggil ke ruangan wali kelasnya. “ Shinta ibu dapat informasi kamu suka telat membayar kebutuhan kamu di sekolah, kenapa?, ya buk soalnya saya tidak ada uang saya harus nyari ang dulu baru saya ngeluarin, jawab shinta sambil menundukkan kepala”, shinta pun menceritakan tentang kehidupan yang sebenarnya dia alami. Setelah itu wali kelasnya memaklumi keadaan shinta.
Beberapa hari kemudian, guru-guru memberi kejutan sama shinta. Wali kelasnya masuk kelas dan mengumumkan bahwa shinta mulai tahun ini dapat beasiswa, karena shinta juga pantas mendapatkan uang itu, meskipun shinta miskin tapi dia pintar. Shinta tidak menyangka dia dapat Beasiswa dan akhirnya orangtua bisa bangga melihat anaknya mendapatkan uang dari sekolah. Namun di balik kesenagannya ada juga kesedihan yang di rasakan oleh shinta.
Suatu hari saat pelajaran kosong ( tidak ada guru mata pelajaran yang masuk), ada beberapa dari teman kelasnya yang iri sama dia, karena temannya itu tidak dapat uang beasiswa dan temannya mengatakan” eh shinta koq bisa sih kamu dapat  uang beasiswa adahal kan kamu orang kaya, kita yang miskin saja tidak dapat”, dengan raut wajah yang sebel dan tidak suka sama shinta mereka membolak balikkan fakta. “ ya saya kan tidak tau, bukan saya yang minta koq, aku aja idak tau kalo dapet uang beasiswa dan masalah miskin atau kaya itu allah yang menentukan, saya tidak kaya harta tapi saya kaa keluarga, jawab shinta lembut. Temanya tidak peduli apa yang di katakan shinta dia selalu benci sama shinta.
Dua tahun kemudian shinta sudah kelas tiga SMA, sejak naik kelas tiga, dia berusaha lebih rajin lagi belajar dari sebelumnya agar dia bisa menguasai pelajaran hingga sampai hari ujian nanti. Hari demi hari shinta sidah banyak hari yang terlewati, namun dia juga tetap berusaha mencari uang saat dia libur membantu orangtuanya mencari rizki buat makan.
Beberapa minggu kemudia, tidak terasa ujian sudah Nasional sudah tiba shinta pun berusaha menjadi yang terbaik buat dirinya dan keluarga. Dia harus bisa lulus dan kosentrasi dalam belajar supaya bisa menjawab soal. Shinta juga anak yang sholeha, baik dan ramah, selama di sekolah dia tidak pernah lalai menjalankan ibadah sebagaimana mestinya.
Ujianpun sudah di laksanakn kemudian beberapa minggu kemudian hari pengumuman sudah tiba. doa dan harapan shinta dan orangtuanya semoga bisa lulus dan shinta juga yakin tuhan maha adil dan maha segalanya dia pasti lulus. Doa dan harapannya telah terkabilkan shinta bisa lulus. Dia bangga sekali apa yang dia lakukan selama ini jerih payah mencari rizki pergi buruh harian namun semua itu hasilnya tidak sia-sia. Shinta pun tidak lupa berterima kasih kepada tuhan dan guru-gurunya karena telah mendidik dengan baik
Kini shinta dan keluarganya sangat merasa seperti baru keluar dari ruangan sempit karena sekolah nya sudah selsai dan hasilnya pun sangat memuaskan. Banyak cobaan yang di hadapinya selama ini dia tetap sabar dan terus berdoa, dan akhirnya tuhan mengabulkan dan membalas perbuatannya selama ini.

</

Tidak ada komentar:

Posting Komentar