Saat SMA, Shinta rela melakukan apa saja untuk medapatkan
uang selama itu masih halal. Shinta tidak pernah menyerah dengan kondidi Ekonominya serba kekurangan
namun dia terus berjuang dan semangat dalam menjalani hidupnya dengan susah payah
untuk mencari makan bersama keluarganya. Keluarga shinta sudah tua dan orang
tuanya juga tidak bisa berbuat banyak untuk shinta. Justru itu sinta ingin
membuktikan kalau dia juga bisa mencai nafkah buat makan dan juga keluarganya.
Selain buat
makan dia juga harus pintar-pintar menyisihkan uang buat biaya sekolahnya,
sering kali guru dan teman-temannya memarahi dia karena suka telat bayar buku
seperti LKS atau buat tugas kelompok yang lainnya, tapi meskipun begitu shinta
tidak pernah menyerah untuk terus bersemangat melanjutkan sekolahnya sampai
lulus ujian nanti. Guru dan temannya tidak tau keadaan shinta yang
sebenarnya,karena dia tidak pernah
cerita kepada siapapun bagaimana sebenarnya kehidupan bersama keluarga.
Suatu hari ada
seorang teman ngelapor ke wali kelas,”Pak, itu si Shinta kenapa sih, koq bayar
buku telat terus itupun kita capek minta beberapa kali, berapa minggu baru
dapat duit sama dia”, dengan wajah yang sebel,” ya sudah kalu begitu suruh dia
ke ruangan saya sekarang”, ibu guru menyambut muridnya dengan wajah yang sebel
juga. Setelah itu shinta di panggil ke ruangan wali kelasnya. “ Shinta ibu
dapat informasi kamu suka telat membayar kebutuhan kamu di sekolah, kenapa?, ya
buk soalnya saya tidak ada uang saya harus nyari ang dulu baru saya ngeluarin,
jawab shinta sambil menundukkan kepala”, shinta pun menceritakan tentang kehidupan
yang sebenarnya dia alami. Setelah itu wali kelasnya memaklumi keadaan shinta.
Beberapa hari
kemudian, guru-guru memberi kejutan sama shinta. Wali kelasnya masuk kelas dan
mengumumkan bahwa shinta mulai tahun ini dapat beasiswa, karena shinta juga
pantas mendapatkan uang itu, meskipun shinta miskin tapi dia pintar. Shinta tidak
menyangka dia dapat Beasiswa dan akhirnya orangtua bisa bangga melihat anaknya
mendapatkan uang dari sekolah. Namun di balik kesenagannya ada juga kesedihan
yang di rasakan oleh shinta.
Suatu hari
saat pelajaran kosong ( tidak ada guru mata pelajaran yang masuk), ada beberapa
dari teman kelasnya yang iri sama dia, karena temannya itu tidak dapat uang
beasiswa dan temannya mengatakan” eh shinta koq bisa sih kamu dapat uang beasiswa adahal kan kamu orang kaya,
kita yang miskin saja tidak dapat”, dengan raut wajah yang sebel dan tidak suka
sama shinta mereka membolak balikkan fakta. “ ya saya kan tidak tau, bukan saya
yang minta koq, aku aja idak tau kalo dapet uang beasiswa dan masalah miskin
atau kaya itu allah yang menentukan, saya tidak kaya harta tapi saya kaa
keluarga, jawab shinta lembut. Temanya tidak peduli apa yang di katakan shinta
dia selalu benci sama shinta.
Dua tahun
kemudian shinta sudah kelas tiga SMA, sejak naik kelas tiga, dia berusaha lebih
rajin lagi belajar dari sebelumnya agar dia bisa menguasai pelajaran hingga
sampai hari ujian nanti. Hari demi hari shinta sidah banyak hari yang
terlewati, namun dia juga tetap berusaha mencari uang saat dia libur membantu
orangtuanya mencari rizki buat makan.
Beberapa minggu
kemudia, tidak terasa ujian sudah Nasional sudah tiba shinta pun berusaha
menjadi yang terbaik buat dirinya dan keluarga. Dia harus bisa lulus dan
kosentrasi dalam belajar supaya bisa menjawab soal. Shinta juga anak yang
sholeha, baik dan ramah, selama di sekolah dia tidak pernah lalai menjalankan
ibadah sebagaimana mestinya.
Ujianpun sudah
di laksanakn kemudian beberapa minggu kemudian hari pengumuman sudah tiba. doa
dan harapan shinta dan orangtuanya semoga bisa lulus dan shinta juga yakin
tuhan maha adil dan maha segalanya dia pasti lulus. Doa dan harapannya telah
terkabilkan shinta bisa lulus. Dia bangga sekali apa yang dia lakukan selama
ini jerih payah mencari rizki pergi buruh harian namun semua itu hasilnya tidak
sia-sia. Shinta pun tidak lupa berterima kasih kepada tuhan dan guru-gurunya
karena telah mendidik dengan baik
Kini shinta
dan keluarganya sangat merasa seperti baru keluar dari ruangan sempit karena
sekolah nya sudah selsai dan hasilnya pun sangat memuaskan. Banyak cobaan yang
di hadapinya selama ini dia tetap sabar dan terus berdoa, dan akhirnya tuhan
mengabulkan dan membalas perbuatannya selama ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar