Hari pernikahan
Alan dan Nana sudah di tentukan namun sayang pernikahan mereka tidak di
setujui. Tapi mereka tetap melaksanakan pernikahan itu, saat akad baru di mulai
tiba-tiba orangtua alan dan keluarganya datang mengusir nana di suruh pergi
dari temapt tersebut tapi alan dan nana tidak mau berpisah tapi mereka di paksa
dan di pisah. Akhirnya nana pulang kerumah, malam harinya saat semuanya udch
tidur nana kabur dari rumah tanpa tujuan, esok harinya nana datang ke rumah
alan,” Assalamualikum, permisi pak alannya ada?, ehhhhh kamu lagi, ngapain kamu
kesini lagi pergi sana, orang tua alan mengusir nana. Belum lama kemudia alan
keluar dan menahan nana pergi. Tiba-tiba datang pamannya alan, alan apa nana
ada di sini?, ya paman, jawab alan lemah lembut. Kemudian orangtua alan
menyahut, ya anak itu masih di sini padahal udah kita usir beberapa kali.”kalau
kamu tidak mau mengurus pernikahan mereka biar aku yang mengatur pernikahan
mereka, anggap saja ini rizki dalam keluarga, biar aku saja mengeluarkan biaya
pernikahan mereka, jawab paman alan kepada saudaranya.
Akhirnya beberapa
hari kemudian hari pernikahan alan dan nana sudah di tentukan dan mereka pun
penikah. Meskipun sudah menikah orangtua alan masih tidak setuju atas
pernikahan mereka. Alan dan isterinya di usir dari rumah dan merekapun pergi
dari rumah. Alan dan isterinya pergi tanpa tujuan, mereka hidup di jalanan.
Beberapa minggu
hidup di jalanan mereka tidak pernah makan nasi, tempat tinggal pun tidak ada. Secara
tidak sengaja mereka bertemu sama pamannya,” loh kalian mgapain di sini?, kita
tidak ngapa-ngapain paman, kita di usir sama ibu dan keluarga di sana, awalnya
kkita tidak mau pergi tapi mereka semua di usir secara paksa sampai kami di
dorong-dorong keluar dari halaman rumah, jawab alan dengan raut muka sedih. Saya
tidak menyangka mereka begitu bencinya sama kalian, kalau begitu kalian ikut
paman pulang tinggal bersama paman. Jawab papan kepada keponakannya.
Akhirnya alan
dan nana dapat tempat tinggal untuk sementara walau Cuma numpang tapi paman
alan ikhlas mereka tinggal di rumahnya. Selama tinggal di rumah paman alandan
isterinya membantu pamannya mengerjakan apa saja yang ada.
Suatu hari, orang
tua alan tiba-tiba datang kerumah saudaranya, kedatangan mereka di sambut
dengan senyuman yang manis oleh semua oranng yang ada di rumah itu termasuk
alan dan isterinya. Orangtua alan kaget dan tidak tau mau bilang apa, Cuma bisa
bilang, “koq kalian bisa di sini?, ia kenapa kamu kaget ya, saya yang membawa
mereka ke sini saya ketemu mereka di jalan, kamu bener-bener tidak tau untung
allah sudah memberi kamu menantu sebaik nana, tapi kamu menyia-nyiakan mereka
sayapun tidak sudi punya saudara seperti kamu, sekarang kamu pergi dari sini!. Jawab
pamannya alan kepada saudarannya alias orangtua alan.
Alan dan isterinya
hidup bahagia bersama pamannnya dan keluarga yang lainnya. Nana pun di izinkan
sekalai-kali menjenguk keluarga nana. Akhirnya nana dan alan kini sudah bahagia
mekipun merkeka belum punya rumah tapi ada paman yang mau berbaik hati sama
mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar