Ada seorang
bapak salah satu mangku adat yang miskin hidup di pedesaan. Suatu hari beliau berdo’a
kepada allah SWT semoga di beri rizki yang secukupnya buat memenuhi kehidupan
sehari-hari, dan akhirnya do’a-Nya di kabulkan seperti yang di minta. Setelah dapat
dan sudah puas dengan keadaannya sekarang, beliau berdo’a lagi karena ingin rumah bagus, do’a-Nya pun
terkabulkan. Beberapa hari kemudian beliau sudah puas dengan rumahnya yang
bagus beliau berdo’a lagi ingin hidup menjadi orang kaya raya. Seperti biasanya
do’a-Nya pun terkabul. Selama beberapa minggu menikmati kehidupannya yang serba
cukup hidup mewah, semuannya beliau punya, kambing, sapi, kerbau, sawah dll. Meskipun
beliau sudah seperti itu dia belum juga puas, kemudian beliau berdo’a lagi
ingin hidup selamanya di dunia beliau tidak ingin mati, karena tidak mau
meninggalkan harta kekayaannya yang begitu melimapah. Saat berdoa beliau minta
supaya di beri petunjuk bagaimana caranya agar tidak meninggal, kemudian beliau
mendapat petunjuk yang namanya meninggal semua mahluk hidup pasti meninggal
dunia, jangankan manusia para Nabi pun meninggal kecuali Allah SWT. Setelah di
peringati seperti itu beliau tetap menolak, pokoknya beliau harus tetap hidup
di dunia untuk selamanya. Dan akhirnya dia dapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha
Esa, bahwa petunjuk tersebut mengatakan dia di suruh naik gunung Rinjani nanti
di sana beliau akan di kasi tau bagaimana caranya agar tidak meninggal dunia
supaya tetap dapat melihat kekayannya sebelum hari kiamat.
Keesokan harinya
beliau berangkat sendiri naik gunung Rinjani. Beberapa jam kemudian akhirnya
dia sudah sampai di puncak gunung Rinjani. Belum lama kemudian beliau mendapat
petunjuk beliau di suruh diam sebentar. Belum lama kemudian ada seekor kudadi
dekatnya, kemudian beliau di suruh naik kuda tersebut dan akhirnya beliau pun
naik kuda tersebut. Tiba tiba tubuhnya mulai membeku dan berubah menjadi batu
yang menempel di puncak rinjani. Batu yang menempel tersebut bisa di lihat dari
kampungnya dan seluruh daerahnya yang di namakan batu Melokak Sabet. Di namakan
melokak sabet karena beliau adalah salah satu mangku adat di desanya. Akhirnya Melokak
Sabet dapat di lihat oleh kita semua ketika ada di daerah gunung Rinjani dan
daerah manapun selama masih bisa melihat puncak Rinjani dan masih tetap di
sebut-sebut namannya dengan sebutan Batu Melokak Sabet. Dan Melokak Sabet pun
tetap bisa melihat kekayaannya sampai sekarang karena tempat itu sangat tinggi
dan bisa melihat seluruh alam seperti yang dia minta.
Begitulah kisah
terjadinya Batu Melokak sabet yang menempel di puncak Rinjani. Tetapi jarang
ada yang memperhatikan batu tersebut bahkan tidak tau karena mungkin tidak di
perhatikan saat ada di sekitar wilayah tersebut. Tapi sebenarnya batu itu tetap
ada.
hanya ingin mengucapkan, salam kenal
BalasHapusbegak penawang renten..heheheeeeee......
BalasHapus